SOAL LATIHAN LATIHAN SUBJEKTIVISME DALAM SENI RUPA MODERN (SEMESTER 1)

 Oktober 09,2024

            ESTETIKA  DAN ERGONOMI


1. Jelaskan apa yang dimaksud bahwa estetika adalah cabang filsafat?

     jawaban:

   Estetika sebagai cabang filsafat adalah estetika yang berkaitan dengan studi tentang seni, keindahan, dan pengalaman estetis.hal ini mencakup sebuah pertanyaan tentang apa yang membuat sesuatu dianggap indah, bagaimana seni memengaruhi emosi dan pemikiran, serta nilai-nilai yang terkandung dalam karya seni.

2.Tunjukkan perbedaan antara filsafat citarasa dengan pengalman cerapan dalam masalah estetika!

 Jawaban:

  Filsafat citarasa dan pengalaman cerapan dalam masalah estetika memiliki perbedaan yang signifikan dalam terminologi, paradigma, dan interpretasi keindahan. dalam filsafat citarasa  memiliki aspek utama yaitu citarasa mencakup diskusi tentang standar dan kriteria yang digunakan untuk menilai keindahan. Ini sering melibatkan pertanyaan tentang nilai universal versus nilai pribadi dalam pengalaman estetika.contohnya adalah citarasa mencakup diskusi tentang standar dan kriteria yang digunakan untuk menilai keindahan. Ini sering melibatkan pertanyaan tentang nilai universal versus nilai pribadi dalam pengalaman estetika.

  Pengalaman cerapan juga memiliki aspek utamanya tersendiri yaitu berfokusnya pada pengalaman langsung dan bagaimana interaksi dengan karya seni memengaruhi perasaan dan pemahaman individu. Ini menekankan pada kualitas fenomenologis dari pengalaman estetik.contohnya adalah dalam menonton film, pengalaman cerapan bisa meliputi bagaimana sebuah adegan menimbulkan emosi tertentu, tanpa harus terjebak dalam analisis nilai atau standar keindahan.

  Jadi,perbandingan antara filsafat citarasa dengan pengalaman cerapan dapat dilihat dari Subjektivitas yang Keduanya mengakui subjektivitas, tetapi filsafat citarasa lebih terfokus pada kriteria penilaian, sedangkan pengalaman cerapan lebih tentang pengalaman emosional.Pendekatan Filsafat citarasa sering kali bersifat teoritis dan analitis, sedangkan pengalaman cerapan lebih praktis dan langsung.Tujuan Filsafat citarasa mencari pemahaman tentang dasar-dasar penilaian estetik, sedangkan pengalaman cerapan bertujuan untuk mengeksplorasi dampak emosional dan sensori dari karya seni.

3.Sebutkan tiga hal yang disepakati oleh para filsuf masa lalu tentang pertanyaan-pertanyaan yang bertalian dengan masalah estetika!

Jawaban:

 1.Subjektivitas Pengalaman Estetika: Banyak filsuf sepakat bahwa pengalaman estetika sangat subjektif. Apa yang dianggap indah atau berharga oleh seseorang mungkin tidak sama bagi orang lain. Ini menyoroti pentingnya rasa dan preferensi individu dalam penilaian estetika.

2.Hubungan Antara Seni dan Emosi: Filsuf seperti Plato dan Aristoteles menekankan bahwa seni memiliki kekuatan untuk mempengaruhi emosi dan pikiran manusia. Karya seni dapat membangkitkan perasaan, menciptakan pengalaman emosional yang mendalam, dan memainkan peran dalam pembentukan moralitas dan karakter.

3.Keberadaan Kriteria Estetika: Meskipun ada perbedaan dalam penilaian, banyak filsuf berusaha mencari kriteria universal atau standar yang dapat digunakan untuk menilai karya seni. Filsuf seperti Kant berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip tertentu, seperti keselarasan dan keteraturan, yang dapat membantu dalam mengevaluasi keindahan.

4. Tunjukkan perbedaan antara pendekatan esetetika filosofis dengan estetika saintifis!

Jawaban:

Estetika filosofis: Berfokus pada cabang filsafat yang membahas konsep keindahan, seni, dan selera. Fungsinya adalah untuk memahami esensi keindahan dan proses penilaiannya secara mendalam.

Estetika Saintifis:pendekatan ilmiah yang meneliti keindahan dan seni menggunakan metode ilmiah. Fungsinya adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis ciri-ciri keindahan secara objektif.

5. Kerap disebutkan bahwa "Estetika bersifat subjektif".Apa yang dimaksud dengan pertanyaan tersebut?

Jawaban:

  estetika bersifat subjektif menyoroti bahwa pengalaman dan penilaian estetika adalah pribadi dan bervariasi, mencerminkan kompleksitas rasa manusia dan interaksi dengan dunia seni.


6.Carilah  informasi lengkap tentang gambar-gambar yang terpasang dalam bab ini!(gambar apa,karya siapa,mengapa gambar tersebut dianggap penting,dalam kaitan peristiwa apa gambar tersebut dianggap penting,lebih khusus yang berpengaruh dalam perkembangan karya desain).

Jawaban:

1.ON ROY LICHTENSTEIN



KARYA:JOSE DAVILA
 Karya ini dianggap penting karena merupakan salah satu pelopor seni pop yang mengubah cara seni dipandang. Karyanya, yang terinspirasi oleh komik dan iklan, mengeksplorasi hubungan antara seni dan budaya populer. Dengan teknik penggunaan titik-titik (Ben-Day dots) dan palet warna cerah, Lichtenstein menantang konvensi seni tradisional dan menciptakan dialog tentang apa yang dianggap "seni tinggi" versus "seni rendah." Selain itu, ia juga mengangkat isu-isu sosial dan politik dalam karya-karyanya, menjadikannya sosok yang berpengaruh dalam perkembangan seni modern. 
  Roy Lichtenstein berkaitan dengan beberapa peristiwa dan gerakan seni yang signifikan, terutama di tahun 1960-an. Salah satunya adalah kebangkitan Pop Art, yang merespons budaya konsumerisme dan media massa pasca-Perang Dunia II.  
  Karyanya seringkali mengkritik dan merefleksikan fenomena sosial saat itu, seperti Perang Dingin dan ketegangan politik yang muncul, dengan penggunaan citra dari komik dan iklan. Karya seperti "Whaam!" dan "Drowning Girl" mencerminkan tema kekerasan dan emosi dalam konteks yang terdistorsi oleh budaya populer, memberikan komentar tentang realitas yang ada di masyarakat. 
 Dengan demikian, Lichtenstein tidak hanya menjadi pelukis, tetapi juga cermin bagi isu-isu yang relevan pada zamannya.   
 Karya Roy Lichtenstein memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan desain, terutama dalam bidang seni pop. Berikut beberapa pengaruh utama:

1.Estetika Pop Art: Lichtenstein menggunakan gaya komik, dengan teknik dot dan garis tebal, yang membawa elemen budaya populer ke dalam seni rupa. Ini mengubah cara orang melihat dan memahami seni.
2.Paduan Seni dan Komunikasi Visual: Karya-karyanya menggabungkan seni dengan elemen komersial, memperluas batasan antara seni tinggi dan seni populer. Ini memicu eksplorasi lebih lanjut dalam desain grafis dan iklan.
3.Penerapan Warna dan Bentuk: Lichtenstein menggunakan palet warna cerah dan komposisi yang kuat, yang memengaruhi desainer grafis dalam penggunaan warna dan bentuk dalam karya mereka.
4.Kritik Sosial: Karya-karyanya sering menyentuh tema konsumerisme dan budaya massal, yang mendorong desainer untuk mempertimbangkan pesan sosial dalam karya mereka.
5.Teknik Reproduksi: Pendekatan Lichtenstein terhadap reproduksi menciptakan dialog baru tentang orisinalitas dalam seni dan desain, yang terus berlanjut hingga saat ini.
6.Secara keseluruhan, Lichtenstein membantu mendefinisikan ulang konsep seni dan desain di era modern, mempengaruhi banyak generasi seniman dan desainer setelahnya.


NAMA:HINDRI ANGGI PRIYANKA

NIM:2402071052


Hindri Anggi Priyanka

Nama saya Hindri Anggi P. biasa dipanggil indri Prodi: Desain Komunikasi Visual D3

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak